User Icon  42 USER SEDANG ONLINE


HOME            JUAL            DIREKTORI            ARTIKEL             VIDEO             GALERI             ACARA & LOMBA             DISKUSI             CHAMPION

Anda dapat berpartisipasi untuk mengisi artikel Burung di IndoBird.Com. Kirim data dan gambar JPG, untuk hasil yang baik gunakan resolusi 72 dpi dan lebar gambar 500 pixel, untuk mengirim data Anda di haruskan login terlebih dahulu atau daftar member Di sini! bila belum menjadi member IndoBird.Com.

Perah Untuk Menjernihkan Kicauan Burung

Meski burung terlihat sehat, lincah dan makan banyak, namun terkadang suara kicauannya terdengar serak atau bahkan megap-megap. Jika hal ini yang terjadi, kemungkinan besar kerongkongan burung kesayangan Anda sedang dipenuhi lendir atau sisa makanan menutup lubang hidung. Suara serak burung juga bisa disebabkan oleh adanya luka yang berlanjut dengan infeksi kerongkongan. Namun, jika luka sudah bisa disembuhkan dengan antibiotik, biasanya burung masih serak karena banyak lendir di kerongkongan yang belum keluar. Coba lakukan beberapa tips berikut ini :

Periksa lubang hidung burung.
Lubang hidung burung bisa tertutup oleh kotoran atau sisa makanan yang mongering. Biasanya karena pakan yang lembek seperti bubur, pisang atau pepaya. Segera bersihkan lubang hidungnya.

Jika lubang hidung tidak tersumbat, maka burung Anda perlu "diperah".
Perah di sini diambil dari nama daun jenis tumbuhan perdu yang bernama "perah" atau sering disebut "lateng putih".  Tumbuhan ini banyak dijumpai di halaman rumah ataupun di kebun/tegalan/ sawah. Daun ini biasanya untuk "memerah" merpati ataupun burung perkutut agar kerongkongannya terbebas dari lendir. Caranya:
                                                                                                                        
1.Ambil 5-7 daun perah, bersihkan, keringkan, dan kemudian lumat agar lembek, jangan sampai hancur. Setelah dilumat, tetesi 4-5 tetes air bersih kemudian lumat kembali hingga jika diperas, akan keluar air berwarna hijau.
2.Teteskan air perah hasil perasan ke mata burung, masing-masing mata 3-4 tetes. Setelah ditetesi air perah, burung biasanya langsung "kelenger" seperti sekarat dan mulut megap-megap.
3.Sembari terus dipegang, usahakan paruh burung berada di bawah dan ekor di bagian atas sehingga cairan kental yang mengalir dari mulut burung bisa lancar keluar. Biarkan kondisi ini sampai sekitar10 menit. Jika belum ada 10 menit burung sudah membuka mata sambilkoar-koar, maka perlu ditetesi lagi 1-2 tetes air perahan daun perah.
4.Jika tidak ada juga lendir yang menetes dari paruh burung, bantu mengeluarkannya dengan mengurutnya menggunakan jari. Kemudian, semprot kedua mata burung sampai benar-benar bersih. Setelah itu, masukkan burung ke karamba.
5.Setelah masa pemerahan, biasanya burung terus mengibas2kan kepala/paruh dan mengeluarkan lendir2 yang belum keluar sebelumnya. Kondisi ini bisa berlangsung selama 2-3 jam, bahkan ada yang sampai 2 hari kemudian masih sering mengibaskan kepala dan mengeluarkan ingus/lendir.

Penting untuk diperhatikan saat ’memerah’ burung:
                                                
1.Begitu burung ditetesi dengan perasan daun perah, jangan lepaskan ke kandang. Karena saat itu biasanya lendir langsung mengalir. Jika posisi burung tidak menungging, lendir berisiko menutupi lubang pernafasan dan bisa mernyebabkan burung mati.
2.Begitu ditetesi, Anda jangan kaget kalau burung Anda langsung lemas tak berkutik seperti burung yang sedang sekarat dan hanya paruhnya membuka lebar dengan nafas tersengal-sengal.

Sumber : dari berbagai sumber

Dilihat 2438 Kali  
 
Send To Friend
Nama Pengirim
:
*
Email Pengirim
:
*
Nama Penerima
:
*
Email Penerima
:
*
Pesan :
 

 
Komentar Anda
Nama
:
*
Email
:
*
Website
:
Negara
:

Komentar :
 

 
Komentar (0)
Halaman : |

Belum Ada Komentar!


Jual Burung

cucakrawa
Rp 17.000.000
tangerang
Video Burung
Funny Bird
Funny Bird
leahwieder
Time : 1:18
Galeri Burung
Rumah burung - rumah makan
Rumah burung - rumah makan
kika
Jakarta Selatan