User Icon  19 USER SEDANG ONLINE


HOME            JUAL            DIREKTORI            ARTIKEL             VIDEO             GALERI             ACARA & LOMBA             DISKUSI             CHAMPION

Anda dapat berpartisipasi untuk mengisi artikel Burung di IndoBird.Com. Kirim data dan gambar JPG, untuk hasil yang baik gunakan resolusi 72 dpi dan lebar gambar 500 pixel, untuk mengirim data Anda di haruskan login terlebih dahulu atau daftar member Di sini! bila belum menjadi member IndoBird.Com.

burung Cendrawasih

Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya.

Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.

Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang.

Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise (’burung surga’ oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti ’tak berkaki’.

Banyak jenis mempunyai ritual kimpoi yang rumit, dengan sistem kimpoi jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kimpoi. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkimpoian yang beraturan.

Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.
Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur.
Dilihat 2529 Kali  
 
Send To Friend
Nama Pengirim
:
*
Email Pengirim
:
*
Nama Penerima
:
*
Email Penerima
:
*
Pesan :
 

 
Komentar Anda
Nama
:
*
Email
:
*
Website
:
Negara
:

Komentar :
 

 
Komentar (0)
Halaman : |

Belum Ada Komentar!


Jual Burung

Pastel
Rp 1.000.000
jambi
Video Burung
Everybody Wants To Be A Dog
Everybody Wants To Be A Dog
griffintp
Time : 0:30
Galeri Burung
Rumah burung - mansion
Rumah burung - mansion
desi
Jakarta Selatan